Way Haru Terperangkap di Samudera Hindia dan TNBBS

Back to Home

 

 

1378617531256380430
Wajah pusat desa Way Haru, Kec. Bengkunat, Kab. Pesisir Barat, Lampung

Kalau kita melihat foto diatas siapapun pasti akan mengatakan itu desa yang cantik dengan deretan rumah panggung yang merupakan rumah adat penduduk asli setempat yang  tertata rapih saling berhadapan dipisahkan oleh sebuah jalan kecil yang cukup bagus.  Namun siapa sangka bahwa desa ini merupakan desa yang cukup terpencil, dan lokasinya seperti terperangkap di antara samudera Hindia dan TNBBS ( Taman Nasional Bukit Barisan bagian Selatan ), untuk mencapai lokasi tersebut menguras waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri 1434 H, saya turut serta  bersama tim  mengunjungi desa Way Haru untuk mengadakan pasar sembako murah dan juga pembagian sembako gratis untuk para orangtua jompo di desa tersebut. Diperlukan waktu hampir dua jam perjalanan menggunakan jungkung ( perahu kecil ) dari pelabuhan pantai Belimbing menuju pelabuhan pantai Way Haru. Perjalanan bisa memakan waktu lebih dari lima jam seandainya melalui jalan darat.

1378619970675540271

Mempersiapkan jungkung untuk mengangkut sembako dan penumpangnya

1378620272536623340

Sembako siap diangkut menggunakan jungkung

Setelah hampir dua jam perjalanan akhirnya sampai juga di pelabuhan pantai Way Haru. Yang di sebut pelabuhan disini sebenarnya bukan pelabuhan dengan dermaga tempat bersandar kapal seperti yang kita ketahui, tetapi merupakan pantai dimana perahu perahu milik nelayan merapat .  Ternyata untuk menuju desa Way Haru masih harus berjalan kaki sejauh hampir tiga kilo meter dengan kondisi jalan yang sangat buruk.

13786212262082078411

Jalan menuju desa Way Haru dari arah pantai

13786228101003222610

memasuki pintu masuk desa

Bayangkan kondisi jalan tersebut saat musim hujan datang.  Barang-barang yang kami bawa pun harus diangkut menggunakan gerobak yang ditarik oleh sapi atau kerbau karena tidak ada kendaraan yang bisa digunakan.

13786216161108082191

Gerobak sapi pengangkut barang

13786221901488848231

Wajah desa Way Haru

Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa adalah petani kopi, nelayan dan peternak. Desa ini memiliki  lokasi yang sulit untuk dijangkau sehingga warga desa yang ingin berbelanja dengan jumlah yang agak banyak mereka harus pergi ke kota kecamatan Bengkunat atau Kota  Agung yang memakan waktu perjalanan enam hingga 7 jam perjalanan, atau terkadang ada juga pedagang keliling datang untuk menawarkan barang dengan harga yang tentu saja jauh lebih mahal sehingga kedatangan saya dan tim yang menyelenggarakan pasar murah langsung disambut penuh antusias oleh warga, karena sampai sejauh ini belum ada pihak dari pemerintah daerah ataupun swasta selain penyelenggara TWNC ( Tambling Wildlife Nature Conservation ) yang mengadakan kegiatan seperti ini.

Keberadaan desa Way Haru ini memang cukup dilematis. Rumah-rumah adat mereka yang berupa rumah panggung keseluruhannya terbuat dari kayu akan tetapi untuk mendapatkan kayu-kayu tersebut sungguh bukan perkara mudah karena mereka tidak bisa lagi menebang pohon seenaknya karena memang sebetulnya  penebangan pohon diwilayah tersebut sangat dilarang karena merupakan bagian dari hutan konservasi yang harus dilindungi demi kelestarian flora dan fauna dan juga terjaganya mata rantai ekosistem. Tidak jarang para penduduk harus bermain petak umpet dengan petugas polisi kehutanan. Selain itu mereka juga harus mempertaruhkan nyawa dari incaran binatang buas seperti harimau yang masih sering berkeliaran karena ternyata harimau merupakan salah satu hewan endemik di hutan lindung ini.

Namun bagaimanapun keadaanya, semestinya warga desa Way Haru tetap mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah seperti menyediakan sambungan listrik karena desa ini masih gelap gulita dimalam hari  dan juga memperbaiki  infrastruktur jalan untuk menghidupkan denyut nadi perekonomian agar bisa lebih maju sebagaimana halnya desa-desa di wilayah lain. Semoga…

 

sumber :  http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/09/08/way-haru-terperangkap-diantara-samudera-hindia-dan-tnbbs-589874.html?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kanawp