Sektor Properti Masih Tumbuh Di Tengah Krisis

Back to Home

Didukung 50 Juta Kelas Menengah

PERLAMBATAN ekonomi tidak akan begitu berdampak pada sektor properti. Pasalnya permintaan properti terus meningkat seiring melonjaknya jumlah kelas menengah.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (lndef) Didik J Rachbini mengatakan, sejumlah sektor masih mampu bertumbuh di tengah krisis ekonomi, bahkan di atas pertumbuhan ekonomi karena didukung pasar menengah yang masih memiliki daya beli.

“Sektor tersebut di antaranya IT (informasi teknologi) dan telekomunikasi, transportasi, perumahan, dan konstruksi,” kata Didik, kemarin.

Perlambatan ekonomi di Indonesia disebabkan dua hal, yakni turunnya sejumlah komoditi bahan mentah seperti batu bara, sawit, dan karet. Selain itu, pelemahan juga disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah.

Saat ini, kata Didik, terdapat 50 juta kelas menengah di Indonesia yang dapat menjadi sasaran industri saat ini. Dengan memanfaatkan pasar tersebut industri properti dapat mempertahankan usahanya sampai krisis ekonomi berakhir.

Meskipun masih banyak permasalahan dan hambatan investasi, Indonesia masih masuk dalam dalam daftar 20 negara dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar pada 2013. Berdasarkan survei United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD), Indonesia masih menjadi negara terbaik ketiga dalam prospek investasi ke depan sesuai survei.

Hambatan terbesar investasi di Indonesia adalah infrastruktur, birokrasi dan ketersediaan listrik. Bahkan untuk birokrasi, masih ada biaya 15 sampai 20 persen yang sebenarnya masih dapat dikurangi.

Vice President Cushman & Wakefield Handa Sulaiman mengatakan, sektor properti untuk hunian masih tumbuh dengan baik. Menurutnya, perlambatan terjadi hanya pada rental perkantoran di Jakarta yang dipengaruhi melemahnya mata uang rupiah.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Meow Chong Loh mengatakan, investasi baru yang mengajukan permohonan sebagian besar berasal dari industri kecil dan menengah asal Jepang, Taiwan, dan Korea.

Dia mengatakan,dalam rangka menarik investasi Lippo Cikarang terus berupaya menciptakan iklim yang aman dan nyaman bagi investor. Terbukti meskipun ekonomi belum membaik investasi di Cikarang masih menarik.

Untuk diketahui, sebelumnya Lippo juga terus meningkatkan investasi propertinya. Salah satunya adalah Glendale Park. Ini merupakan tower kelima di kawasan proyek Orange Country. Tower ini rencananya akan diluncurkan sebanyak 560 unit.

Peluncuran tower kelima ini dilakukan setelah empat tower yang lelah diluncurkan sebe-lumnya yakni Irvine Suites, Westwood Suites, Pasadena Suites, dan Burbank mendapat sambutan positif dari investor dan konsumen. ■ JAR

Rakyat Merdeka | Minggu, 04 Oktober 2015 | Hal. 14