Pengunjung Tembus 3,7 Juta, Paviliun Indonesia Disebut Paling Berkesan

Back to Home

Jelang Penutupan World Expo Milano 2015

Kamis, 29 Oktober 2015 | 14:52

Milan-Expo1-edit

indopos.co.id – Gelaran expo dunia merupakan gelaran yang paling ditunggu-tunggu masyarakat di seluruh dunia. Selain digelar 5 tahun sekali bergilir di berbagai negara, even ini juga sebagai pintu gerbang tiap negara mempromosikan kelebihan atau keistimewaan negaranya masing-masing. Seperti sebelumnya, expo memiliki tema berbeda. Tahun ini temanya Feeding The Planet, Energy for Life (ketahanan pangan).

Total ada 147 negara yang berpartisipasi di WEM 2015. Namun, ada beberapa negara kecil yang patungan sewa both dan mereka tergabung dalam klaster coklat, padi, sereal, dan padi. Misalnya, negara Timor Leste bergabung di klaster Kopi atau Vietnam dan Filipina yang tergabung dalam klaster Padi. Tiap negara menghadirkan keistimewaannya masing-masing.

Direktur Paviliun Indonesia, Budiman Muhammad mengatakan paviliun Indonesia menempati area 1.175 meterpersegi didalam 110 hektar wilayah WEM 2015. “Sejak awal paviliun Indonesia selalu paling ramau dikunjungi,” kata Budiman. Menurutnya, berbeda dengan paviliun kebanyakan negara-negara lain yang kerap mengusung digital teknologi, paviliun Indonesia memberikan tampilan visual dan bisa dirasakan. “Pengunjung tidak hanya melihat visual tetapi bisa menyentuh,merasakan,dan malah ada yang dibawa pulang. Seperti bumbu-bumbu dapur dan rempah-rempah, mereka bisa menyentuh langsung, mencium, malah ada yang ngantongin?” kata Budiman.

Ketika masuk ke paviliun, mereka akan disambut pemandangan yang berbeda dengan paviliun lain. Pada dinding-dinding paviliun ada peta Indonesia dan pulau-pulau yang memiliki objek pariwisata mengagumkan seperti Bali, Bunaken, Lombok, Raja Ampat, dan lainnya. Dari sana mereka akan melihat obyek wisata mana yang bagus kemudian menyentuh langsung apa saja yang menarik dari pulau tersebut. Misalnya, pulau Jawa yang memiliki angklung dan wayangnya. Pengunjung bisa menyentuh, mencium bumbu-bumbu dapur seperti kemiri, jahe, laos, dan bumbu lainnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Paviliun Indonesia, Bernard mengatakan jelang penutupan, paviliun Indonesia memberikan suguhan mengesankan. Mulai dari pagelaran topeng, wayang kulit, dan kesenian angklung. “Pesan yang ingin disampaikan ingin memperlihatkan Indonesia yang sebenarnya di mata dunia dari sisi pariwisata, kemaritiman, pokoknya Indonesia dari atas sampai bawah laut,” paparnya. Diharapkan semua yang dihadirkan dapat memberikan penilaian bagus terhadap Indonesia.

Tak hanya menghadirkan suguhan menarik, paviliun Indonesia juga menjual aneka macam topeng. “Akhir bulan ini kan Helloween jadi banyak yang beli topeng. Topeng sudah sangat familiar dengan orang Eropa,” kata Bernard. Topeng dijual beragam mulai 25 euro hingga 50 euro.

Satu lagi yang jadi andalan paviliun Indonesia adalah Oculus, peranti semacam kacamata virtual reality. Oculus di Paviliun Indonesia diklaim sebagai yang tercanggih karena menampilkan film. Beberapa negara lain yang menggunakan teknologi yang baru akan dijual massal tahun 2016 ini hanya menampilkan potongan gambar, bukan film.

Sehari sebelum penutupan, Indonesia memberikan charity (amal) kepada yayasan berkebutuhan khusus (disable) Milan bersama dengan pianis berbakat Ade Irawan yang juga tuna netra. “Ini bentuk kepedulian kami tidak hanya menyuguhkan keindahan Indonesia dan potensi-potensinya melainkan amal peduli sesama,” kata Bernard. Juga ada seminar dan sosialisasi industri palm oil di Indonesia dan dunia. “Kita ingin mengedukasi bahwa palm oil tidak senegatif yang dibicarakan di Eropa,” ujarnya.

Tentu saja, panitia expo juga memiliki kejutan-kejutan di malam penutupan mulai pesta kembang api, kesenian, dan hiburan lainya yang diklaim spektakuler. “Kita tunggu saja,” katanya. (*)

Sumber :

http://www.indopos.co.id/2015/10/pengunjung-tembus-37-juta-paviliun-indonesia-disebut-paling-berkesan.html