Pemerintah Gandeng World Bank untuk Program Pembiayaan Perumahan

Back to Home

Okezone.com | Kamis, 6 Oktober 2016 | 12:17 WIB

Fhirlian Rizqi Utama

pemerintah-gandeng-world-bank-untuk-program-pembiayaan-perumahan-567301maou

JAKARTA – Pemerintah akan menggandeng World Bank (Bank Dunia) untuk mempercepat implementasi skema program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh rumah subsidi. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, program BP2BT tersebut akan diperuntukan bagi pekerja formal dan informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan.

“Dengan program tersebut, maka pekerja informal diharuskan menabung terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu, sekitar enam bulan sampai satu tahun. Setelah mencapai jangka waktu yang ditentukan maka pekerja informal dapat memperoleh bantuan dari pemerintah berupa uang muka,” tutur Maurin seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Kamis (6/10/2016).

Maurin menjelaskan, program tersebut akan menargetkan 715.000 unit rumah subsidi untuk MBR dengan rerata bantuan yang diberikan sebesar Rp27 juta per rumah tangga.

“Terkait pendanaannya akan bekerja jasa dengan Bank Dunia untuk pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar USD197 juta atau sekira Rp2,5 triliun (kurs Rp12.994),” ungkapnya.

Untuk program BP2BT ini rencananya pemerintah juga akan menggandeng beberapa bank pelaksana seperti Bank BRI, Bank Artha Graha, dan Bank BTN. Selain itu, program ini juga akan melibatkan lembaga asuransi atau jaminan lainnya, seperti Jamkrindo.

Menurutnya, progam kerjasama dengan Bank Dunia ini tidak hanya menyangkut program BP2BT tetapi juga menyangkut bantuan teknis lainnya. Misalnya, seperti untuk konsultasi Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). “Kami saat ini sedang membahas tentang Peraturan Pemerintah tentang Tapera. Tapera ini harus sudah diimplementasikan pada Maret 2018,” ujar Maurin.

Task Team Leader dari Bank Dunia, Taimur Samad meminta pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan untuk menyiapkan regulasi pendukungnya, seperti Keputusan Menteri (Kepmen), Peraturan Menteri (Permen) maupun Surat Keputusan (SK) dan peraturan lainnya. (rzk)

Source : http://economy.okezone.com/read/2016/10/06/470/1507608/pemerintah-gandeng-world-bank-untuk-program-pembiayaan-perumahan