Menpar: 2016, Sport Tourism Menjadi Magnet untuk Wisman

Back to Home

| JAKARTA | Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ajang sport tourism akan menjadi agenda wajib mulai 2016. Bahkan diharapkan dengan masih banyaknya agenda sport tourism hingga akhir 2015, bisa mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke angka 12 juta orang.

Tercatat, jumlah wisman hingga September 2015 mencapai 7 juta orang. Diperkirakan jika tiga bulan terakhir ini bisa menarik 1 juta w isman, maka target 12 juta wisman di 2015 kemungkinan besar tercapai.

Pernyataan optimisme Menpar itu diucapkan dalam jumpa pers “Borobudur International 10K dan Half Marathon 2015”, di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (28/10). Rencananya ajang sport tourism yang akan dimulai pada 15 November mendatang ini akan menarik wisman dan elite-elite asing ke Indonesia Bahkan hingga jumpe pers diadakan, jumlah elit internasional yang mendaftar ke Borobudur 10K dan Half Marathon 2015 sudah melebih 30 peserta.

“Target pendaftar tahun ini adalah 16.000. Itu dari luar negeri dan dalam negeri. Umpamakan saja dari 16.000 pendaftar akan menghasilkan perputaran uang hingga Rp 17,5 miliar. Itu baru perputaran uangnya saja. Belum dampak dari pemberitaaan media atas ajang olah raga ini. Hasil hitungan saya even ini valuenya kurang lebih Rp 60 miliar,'” tutur Arief Yahya dengan optimistis.

Harapan Menpar menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul dengan sport tourism sebenarnya bukanlah muluk-muluk. Bila berkaca dari Australia, yang kini menjadi lokasi untuk ajang olah raga balap mobil F1, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa menjadi negara yang paling indah dalam menyelenggarakan marathon dan balap sepeda.

Bersamaan dengan Menpar, Kepala Disbudpar Jawa tengah Prasetyo Ariwibowo mengatakan Borobudur 10K yang mulai rutin dilaksanakan sejak 2013 bisa menjadi branding yang membantu promosi Wonderful Indonesia Peserta yang mendaftar pun kebanyakan adalah elite-elite yang tiga tahun lalu sudah ikut ajang ini. Dan kebanyakan dari elit nasional dan internasional itu tidak langsung pulang usai mengikuti lomba lari.

“Setiap tahunnya kami mencoba memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta. Sebab kami percaya elit internasional dan nasional yang datang pasti juga menyempatkan diri untuk melihat keindahan alam di Jawa Tengah,” tandas Prasetyo.

Terkait dengan lomba lari berskala internasional ini, pendaftar yang ingin ikut bisa memilih 2 kategori, mulai dari 10 K dan half marathon (21 kilometer). Total hadiah yang diberikan panitia di tahun ini sebesar Rp 1,6 miliar. Tak hanya lomba lari, event tahunan ini juga dikemas dengan rangkaian pemilihan Mas dan Mbak Jawa Tengah, Sepeda Tour de Brobudur, dan Borobudur Jazz Festival.

“Niat kami adalah memberikan pengalaman baru kepada semua peserta yang datang. Lelah berlari, mereka bisa menikmati keindahan alam dan keragaman budaya di Jawa tengah,” tambah Kepala Dispora Jawa Tengah Budi Santoso. [A-23]

Suara Pembaruan | Kamis, 29 Oktober 2015 | Hal. B 10