LRT Buat Kawasan Selatan Jakarta Timur Bersinar

Back to Home

(JAKARTA) Pembangunan infrastruktur transportasi darat yang segera direalisasikan pemerintah di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya akan menciptakan pusat pertumbuhan properti baru.

Kemudahan akses karena adanya prasarana infrastruktur transportasi itu akan membuat daerah tersebut berkembang baik sebagai kawasan permukiman maupun bisnis

“Apalagi jika kawasan itu berada di lokasi strategis baik untuk permukiman ataupun bisnis. Jadi, rencana pembangunan infrastruktur transportasi darat di DKI. Seperti Light Rail Transit (LRT) akan berpengaruh besar bagi pertumbuhan bisnis properti di Jakarta kedepannya,” kata pengamat properti Panangian Simanunakalit di Jakarta, Selasa (24/11).

Saat ini, untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar pergerakan penduduk Jakarta dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI, dan melibatkan Pemkab Bogor, Pemkot Tangerang, dan Pemkot Bekasi, sepakat membangun LRT. Pada tahap pertama, pembangunan mencakup tiga trase yaitu Cibubur-Cawang (13,7 kilometer), Cawang-Dukuh Atas (10,5 km), dan Bekasi Timur- Cawang (17,9 km). Lalu tahap kedua, sepanjang 41,5 km meliputi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Nantinya, LRT diintegrasikan dengan sarana infrastruktur transportasi lainnya seperti Mass Rapid Transit (MRT) yang proyeknya sedang berlangsung, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) yang sudah ada, serta Kereta Api Bandara yang segera direalisasikan.

Panangian menyebut, bagian selatan kawasan Jakarta Timur yang masih masuk administrasi DKI Jakarta sebagai salah satu lokasi yang diuntungkan.

Selain dekat dengan akses tol Jagorawi dan JORR, lokasi kawasan akan makin strategis jika proyek LRT tahap pertama Cibubur-Cawang selesai. “Wilayah selatan dari kawasan Jakarta Timur ini sangat berpotensi menjadi wilayah pertumbuhan baru atau properti sunrise yang baru di Jakarta. Apalagi wilayah itu selama ini belum banyak tersentuh pengembangan properti besar seperti apartemen dan kawasan superblok,” paparnya.

la menilai, pengembangan permukiman vertikal dengan infrastruktur memadai dan dilengkapi fasilitas pendukung bagi masyarakat perkotaan modem, menjadi salah satu alternatif terbaik di kawasan ini. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan untuk mengembangkan kawasan superblok, kondominium, hotel, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.

Dijelaskan, pengembangan konsep itu dimungkinkan mengingat letak wilayah selatan Jakarta Timur memiliki akses mudah ke berbagai arah serta didukung kelengkapan sarana transportasi. Hal itu mendukung pergerakan masyarakat ke pusat-pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta seperti kawasan-kawasan segi tiga emas, Thamrin- Sudirman-Kuningan.

Di kawasan tersebut masih dimungkinkan untuk menyediakan apartemen maupun kawasan superblok unttik kelas menengah dengar harga di bawah Rp 500 juta. “Ini peluang menjanjikan bagi pengembang, karena pasar di kelas ini sangat besar untuk digarap,” kata dia. [ID/Y-4]

Suara Pembaruan | Kamis, 26 November 2015 | Hal. 9