Lima Pencakar Langit Terbaik Dunia, Tak Ada Karya Indonesia

Back to Home

 

1127331Shard-London780x390

KOMPAS.com – Bukan Burj Khalifa, bukan pula One World Trade Center. Emporis justru memilih The Shard sebagai pencakar langit terbaik dan berhak atas Emporis Skyscraper Award 2014.

The Shard yang menghiasai cakrawala kota London, Inggris, terpilih karena memiliki tingkat kerumitan tinggi dengan perencanaan yang inovatif. Gedung ini memiliki ketinggian 306 meter dengan 73 lantai.

Menyusul DC Tower di tempat kedua. Pencakar langit ini menjadi ikon baru kota Wina, Austria, yang menjulang 60 lantai setinggi 250 meter.

DC Tower dipuji karena konsep fasad yang kontras; terdapat tiga sisi cermin berbeda yang memberikan kekuatan ekspresi bangunan dan rasa solidaritas.

Di peringkat ketiga terdapat Sheraton Huzhou Hot Spring Resort, Huzhou, Tiongkok. Bentuk bangunan ini unik, menyerupai cincin. Tidak setinggi pencakar langit lainnya, yakni hanya 27 lantai dalam bangunan 107 meter, namun sukses mengubah kaki langit Huzhou.

Menara “melintir”, Cayan Tower, Dubai, Uni Emirat Arab, dipilih sebagai pencakar langit terbaik keempat. Bentuk bangunan ini seolah-olah berputar-putar yang dimaksudkan untuk mengurangi kekuatan angin.

Cayan Tower yang memakan waktu konstruksi tujuh tahun ini memang pantas menjadi salah satu terbaik. Setiap lantainya berputar 1,2 derajat untuk membentuk putaran 90 derajat. Pencakar langit ini ikut berkontribusi menghiasai skyline Dubai dengan ketinggian 307 meter.

Terakhir, One Central Park (East Tower) yang berada di Sydney, Australia. Bangunan ini merupakan apartemen yang dirancang Ateliers Jean Nouvel dan PTW Architects. Berisi 34 lantai dalam masa bangunan 117 meter.

Yang menarik dari bangunan ini adalah ruang-ruang fasadnya yang memungkinkan ditanami pohon merambat, sehingga menjadikan bangunan ini tampak hijau alami.


Bagaimana dengan Jakarta? Meski tak ada satu pun yang masuk penilaian Emporis tahun ini, namun Jakarta sedang mengembangkan beberapa pencakar langit. Tiga di antaranya bahkan merupakan supertall, yakni Pertamina Energy Tower, Cemindo Tower, dan Thamrin Nine Tower.

Kecuali Pertamina Energy Tower, dua lainnya sudah dalam tahap konstruksi. Bahkan, Cemindo Tower akan beroperasi lebih dulu yakni pada kuartal IV 2014. Selain ketiga pencakar langit tersebut, terdapat Signature Tower Jakarta sebagai satu-satunya megatall dengan ketinggian 638 meter dan berisi 111 lantai.

Saat ini, Signature Tower Jakarta masih dalam tahap pematangan lahan dan menunggu seluruh perizinan rampung. Termasuk dari Tim Pengawas Arsitektur Kota (TPAK).

 

 

Sumber : http://properti.kompas.com/read/2014/05/23/1143406/Lima.Pencakar.Langit.Terbaik.Dunia.Tak.Ada.Karya.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp