Kontribusi Artha Graha Peduli untuk Negeri

Back to Home

130815_arthagraha_1

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas di salah satu ruangan di lantai 5, Gedung Artha Graha kawasan SCBD, Jakarta sejak medio Juli 2013 hampir tak pernah berhenti setiap hari. Kesibukan berlangsung sejak pagi sampai malam bahkan sampai lewat tengah malam. Di sisi kiri pintu masuk tampak lembaran kertas putih ukuran 4 x 4 meter berisi matriks kegiatan pasar murah dan penjualan daging murah di berbagai penjuru negeri dari Aceh hingga Papua. Terlihat pula Rote salah satu daerah terluar Indonesia ditandai masuk dalam wilayah kegiatan.

Pada bagian tengah, puluhan staf tampak sibuk menghadap komputerdan hiruk pikuk suara percakapan telepon. Ratusan titik aktivitas pasar paket sembako dan daging murah yang harus mereka layani dan setiap detil tidak boleh terlewatkan.  Di bagian belakang terbentang spanduk kegiatan bertuliskan Artha Graha Indomilk Peduli, Pasar Murah, Berbagi Bersama di Bulan Ramadhan.

Ruangan tersebut, sehari-hari merupakan salah satu bagian kantor pusat  PT Bank Artha Graha Internasional Tbk, disulap sedemikian rupa menjadi ‘pusat komando pengendalian’ kegiatan Artha Graha Indomilk Peduli. “Kami mengerahkan jajaran direksi dan karyawan dari berbagai perusahaan di Artha Graha Network serta mitra-mitra lainnya untuk menangani kegiatan ini. Di sini hanya untuk koordinasi,persiapan dan monitoring, untuk pengemasan paket sembako kami lakukan di berbagai titik pada setiap wilayah,” tutur Anas Latief, Ketua Pelaksana Pasar Sembako Murah seraya menunjukkan peta detil sebaran kegiatan AG Peduli ke seantero Indonesia.

Menurutnya, karena kegiatan dilakukan secara massif menjelang Hari Raya Idul Fitri, diperlukan persiapan matang, termasuk pelaporan harian yang ketat supaya benar-benar efektif menjangkau masyarakat yang dituju dan tidak salah sasaran. Puluhan ribu paket sembako murah harus dikemas setiap harinya, sejak kick off kegiatan pada 22 Juli hingga 7 Agustus 2013 atau H-1 Idul Fitri. Target yang ingin dicapai AG Peduli adalah menjangkau lebih dari 600.000 kepala keluarga yang tidak atau kurang mampu diberbagai penjuru Tanah Air.

Pada saat yang sama AG Peduli  juga menjual daging halal, sehat dengan harga murah khusus untuk wilayah Jabodetabek, sebagai upaya menstabilkan harga yang naik begitu tinggi menjelang Lebaran. Kegiatan daging murah Jabodetabek dikomandoi dari ruanganlainyang dipimpin oleh Eryck Wowor. Sekitar 20 unit mobil berpendinginmendukung operasi penjualan daging murah setiap harinya.“Target kami langsung menjangkau pembeli akhir, dagingnya sudah disiapkan dalam bentuk potongan satu kilogram”.

“Di lantai 5 Gedung Artha Graha, praktis kami tak berhenti. Tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga kegiatan serupa serentak dilakukan diseluruh wilayah kerja Artha Graha Network dan Mitra, antara lain di kota-kota dan kabupaten mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT termasuk Rote, Ambon bahkan Tual di Maluku Tenggara, dan beberapa kota/kabupaten di Papua,” tutur Wisnu Tjandra, salah satu eksekutif di Artha Graha Network.

Wisnu menambahkan, kegiatan AG Peduli pada dasarnya dibagi dalam dua kegiatan utama yakni pasar paket sembako murah dan daging murah. Sembako murah merupakan paket kebutuhan pokok seperti beras, terigu, gula dan mi instan senilai Rp.50.000, dijual seharga Rp.25.000. Adapun daging sapi pada saat kick-off dijual dengan harga Rp.70.000, kemudian seminggu setelahnya diturunkan jadi Rp.65.000, dan pada H-7 dipangkas kembali hingga  Rp60.000 perkilogram dari harga pasar di kisaran Rp.85.000-Rp.100.000 perkilogram.

Untuk kegiatan ini, Artha Graha menggandeng sejumlah korporasi lain sebagai mitra. Beberapa diantaranya adalah Indomilk, Sinarmas dan Putera Sampoerna Foundation. Sedangkan untuk pelaksanaan penjualan daging murah di wilayah Jabodetabek, berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Bulog dan PD Pasar Jaya.Operasi pasar daging dilakukan menyusul kenaikan harga yang tak masuk akal memasuki Ramadan dan Lebaran.

Siap Jual

Kick off penjualan daging murah pada 22 Juli 2013, ditandai dengan pemberangkatan sekitar 20armada truk daging berpendingin yang masing-masing berdaya angkut dua ton dilepas-berangkat dari Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Truk-truk bermuatan daging siap jual tersebut bergerak  menuju lokasi-lokasi penjualan di seantero Jakarta dengan target para pembeli akhir.

Pelepasan armada penjualan daging murah oleh Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan dengan didampingi oleh Tomy Winata, Pendiri AG Peduli.

Tomy Winata menyampaikan bahwa program daging murah dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri ini merupakan kedua kalinya dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, setelah yang pertama dilakukan dalam Ramadan 2009 saat harga daging sapi juga melonjak tajam. Namun, untuk tahun ini dikemas jauh lebih baik dengan tujuan spesifik menjadi stabilisator harga khususnya di Jabodetabek sehingga masyarakat dapat membeli daging dengan harga wajar.

Adapun untuk Pasar Paket SembakoMurah bagi masyarakat yang tidak dan kurang mampu sudah acap kali dilakukan AG Peduli, yang untuk kali ini dilakukan di lebih dari 600 titik penjualan di seantero Indonesia. Jangkauan kegiatan ini dapat dikatakan merupakan terbesar dan terluas oleh sebuah korporasi swasta di Indonesia.

“Kami melakukan penjualan sembako dan daging murah setiap harinya sampai dengan H-1 Lebaran, bahkan sampai beberapa jam menjelang malam Takbiran, di mana berdasarkan pengalaman kami di tahun-tahun sebelumnya, justru masyarakat yang kurang mampu akan memerlukan sembako dan daging pada hari-hari terakhir menjelang Lebaran,” tutur Tomy Winata.

Dia menegaskan kehadiran Artha Graha Peduli dalam menyediakan paket sembakodan daging murah merupakan sebuah kepedulian sebagai komponen bangsa. “Saya bukan pedagang daging, namun berniat membantu masyarakat dan pemerintah menstimulasi harga daging ketingkat yang dianggap wajar bagi semua pihak.”

Menurutnya, andaikata dihitung dengan nilai rupiah Rp11.000/US$, maka harga daging tidak akanmelebihi Rp65.000 perkilogram, sehingga kalau semua pihak mau mengurangi keuntungan sedikit, niscaya harga daging akan lebih terjangkau masyarakat.

Seperti diketahui harga daging sapi mengalami lonjakan harga yang tidak masuk akal menyusul aksi spekulasi karena ketidakpastian kebijakan impor. Harga di pasar Indonesia hingga menembus Rp120.000, lebih duakali lipat dari harga di pasaran internasional.

Oleh karena itu  pemerintah bertindak cepat dengan membuka keran impor daging sapi, maupun bakalan sapi untuk meredam gejolak harga. Dalam jangka pendek, operasi pasar juga terlihat dilakukan oleh Perum Bulog, selain didukung oleh pihak swasta seperti yang dilakukan oleh AG Peduli.

Harga Wajar

Tomy Winata menyampaikan keyakinannya bahwa harga daging secara bertahap bisa turun ketingkat harga yang dianggap wajar oleh semua pihak, yaitu harga wajar bagi peternak sapi lokal, pedagang dan masyarakat. “Sejak operasi pasar oleh pemerintah, harga daging sudah terlihat mulai menyesuaikan”.

Hingga H-1 Lebaran atau memasuki hari ke 18 pelaksanaan, pasar paket sembako murah telah menjangkau 642 titik operasi yang tersebar dari Aceh sampai Merauke, termasuk menjangkau 73 kota/kabupaten, dengan jumlah yang berhasil dijual mencapai lebih dari 620.000 paket. Adapun penjualan daging murah di Jabodetabek berhasil digelar di 111 titik operasi.

Pada hari ke 12 dan 13 pelaksanaan, misalnya, penjualan paket sembako murah di Jabodetabek menjangkau seputaran Kantor PWI, Wisma Bisnis Indonesia di Karet Tengsin, Cikeas, Duta Merlin, Puspom TNI, Kawasan Industri Pulogadung, Kawasan Ancol-Pademangan,Kelapa Gading, Cilangkap, Kawasan Pondok Cabe dan Gunung Sahari, Kampung Bandan. Pada hari yang sama, aksi serupa serentak terjadi antara lain di Tual-Maluku Tenggara, Lampung Barat, Banten, Bombana, Medan, Bangka, Kendari, Morowali, Pontianak, Ambon, Makasar, Watampone, Menado, Cimahi, Kudus, Surabaya dan Bali .

Ditanya mengenai apa yang melatarbelakangi langkah ini, Tomy Winata secara lugas dan tegas mengatakan bahwa, “Saya lahir dan dibesarkan di Bumi Pertiwi Indonesia, mencari nafkah dan berkarya di Bumi Pertiwi Indonesia bersama dengan mitra-mitra Artha Graha di seluruh Indonesia. Sudah sepantasnya pada saat negeri ini sedang menghadapi berbagai kondisi yang perlu diatasi bersama, otomatis saya beserta jajaran Artha Graha, diminta atau tanpa diminta pemerintah wajib membantu”.

Tomy menambahkan hal tersebut adalah salah satu cara membayar kembali kepada Bumi Pertiwi Indonesia yang telah melahirkan dan membesarkannya. “Spirit ini saya tanam dan tekankan pada seluruh jajaran AG Peduli dan AG Network.”

Pendiri Artha Graha Peduli tersebut menyampaikan rasa gembiranya melihat tingkat kepedulian pengusaha nasional terhadap masalah-masalah yang dihadapi pemerintah dan bangsa sudah lebih baik dibandingkan masa-masa lalu. “Meskipun demikian, saya terus mengajak semua pengusaha nasional, daerah maupun pengusaha asing di Indonesia meneruskan langkah kepedulian dengan bahu membahu bersama pemerintah.”

Sebagaimana diketahui AG Peduli yang didirikan Tomy Winata aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan dan kemasyarakatan terutama kebencanaanserta lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.

Tomy Winata menyampaikan, langkah Artha Graha Peduli kali ini, tidak lain untuk mendukung program pemerintah dan membantu masyarakat dalam penyediaan daging halal, sehat dengan harga terjangkau. “Hal ini sejalan dengan salah satu misi kami turut berperan dalam ketahanan pangan khususnya melalui daging halal, sehat yang dijual dengan harga terjangkau serta paket sembako murah.”

Selain menjual Paket Sembako dan Daging Murah, sejak H-5 Lebaran, AG Peduli terlihat juga memberikan santunan paket sembako kepada para orangtua lanjut usia di berbagai Panti Jompo serta para Yatim Piatu yang berada di puluhan Panti Asuhan di Indonesia.

Kegiatan AG Peduli pada bulan Ramadan tersebut efektif dalam membantu masyarakat yang memerlukan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, termasuk daging sapi yang sempat melambung tinggi. Pasar sembako murah, akan terus menjadi agenda rutin AG Peduli, dalam turut berkontribusi bagimu negeri.

 

Sumber : http://www.bisnis.com/kontribusi-artha-graha-peduli-untuk-negeri