Kawasan di Luar Pusat Bisnis Kian Semarak

Back to Home

Jakarta, Kompas – Perkembangan properti di luar kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta diprediksi kian semarak. Perluasan infrastruktur, pertumbuhan permintaan, dan harga lahan yang kompetitif mendorong pasokan properti di kawasan luar pusat bisnis terus bertambah dalam tiga tahun terakhir.

Demikian paparan konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia, di Jakarta, Rabu (23/4). Pasokan ruang perkantoran di kawasan luar pusat bisnis selama tahun 2013 sekitar 3 juta meter persegi atau tumbuh 20 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Adapun pasokan ruang perkantoran di CBD seluas 4,7 juta meter persegi atau hanya tumbuh 13 persen. Sementara itu, penyerapan ruang perkantoran di luar CBD mencapai 91,2 persen pada 2013 dengan penyerapan tertinggi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Hingga 2016, pertumbuhan pasokan perkantoran di luar CBD Jakarta masih lebih tinggi, yaitu sekitar 39 persen, dibandingkan dengan CBD Jakarta yang tumbuh 33 persen. Pasokan didominasi oleh Jakarta Selatan, yaitu 70 persen dari total pasokan.

Menurut Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia David Cheadle, perkembangan properti ke kawasan luar CBD turut ditunjang semakin terbatasnya suplai perkantoran di kawasan CBD serta perkembangan insfrastruktur yang memengaruhi peningkatan aktivitas komersial. Beberapa diantaranya adalah Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Utara yang hampir tuntas, pembangunan mass rapid transit (MRT), dan monorel yang akan menjadi penghubung antar kawasan di Jakarta.

Selain itu, perkembangan gedung perkantoran baru yang ramah lingkungan dengan fasilitas pendukung di kawasan luar CBD juga menjadi daya Tarik perusahaan untuk merelokasi kantornya.

Pertumbuhan properti di kawasan luar CBD tersebar di area Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bintaro dan Serpong. Kontribusi terbesar di Jakarta Selatan, yakni 47 persen, dengan pertumbuhan terbesar di TB Simatupang. Sementara itu, pertumbuhan perkantoran di Jakarta Timur belum menunjukkan perkembangan signifkan.

Senior Associate Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menambahkan, pasokan perkantoran dalam tiga tahun mendatang diprediksi merambah kawasan komersial baru. Beberapa kawasan yang menonjol adalah Puri Indah (Jakarta Barat), Pluit (Jakarta Utara), serta Kemayoran dan Cempaka Putih (Jakarta Pusat).

Pertumbuhan properti, khususnya perkantoran di luar CBD juga didorong harga sewa yang lebih murah hingga 50 persen dibandingkan CBD. (LKT)

 

Sumber : Media Cetak Kompas – Tanggal 24 April 2014