Kadin Setujui Pekerja Asing Digaji Rupiah

Back to Home

kadin-setujui-pekerja-asing-digaji-rupiahJAKARTA – Bank Indonesia (BI) telah memberlakukan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015. Aturan tersebut mengatur tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI). Maka setiap transaksi di wilayah NKRI, baik oleh Warga Negara Indonesia (WNI) atau pun Warga Negara Asing (WNA) wajib menggunakan Rupiah. Tidak hanya berlaku untuk transaksi tunai tapi juga transaksi non tunai.

Dengan kata lain, PBI itu pun mengatur pekerja asing atau expatriat yang bekerja di Indonesia tidak lagi dibayarkan dengan gaji dolar Amerika Serikat (AS). Lalu apa tanggapan pengusaha?.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja Benny Sutrisno mengatakan, sudah sangat tepat kebijakan penggunaan mata uang Rupiah untuk segala transaksi di wilayah NKRI, yang berlaku bagi WNI maupun WNA.

“Sudah sangat tepat,” tegas Benny, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Benny menambahkan, kebijakan dengan menggunakan mata uang Rupiah di dalam negeri adalah untuk kedaulatan bangsa.

“Saya sih setuju dengan kebijakan gaji pakai Rupiah ini, kita harus berdaulat lah ya,” paparnya.

Namun, dirinya menyayangkan jika masih ada transaksi yang menggunakan dolar AS seperti di pelabuhan.

“Seperti di pelabuhan handling charge masih pakai USD. Padahal kan gaji PT Pelindo pakai rupiah, bayar listrik pakai Rupiah, tapi pernah ada komentar ‘lah pak Benny, kan kita investasinya pakai dolar’ lah kan saya juga pakai dolar AS kok. Itu kan BUMN, perusahaan lain kayak Pertamina, PLN juga kayak gitu investasi dolar dan penerimaannya Rupiah kok bisa enggak kenapa-kenapa?,” terangnya.

Dirinya pun menilai, pada dasarnya penggajian dalam bentuk valuta asing (valas) seperti dolar AS di Indonesia adalah perjanjian antara perusahaan yang memperkerjakan expatriat tersebut.

“Masalah gaji hak perorangan dengan perusahaan sebenarnya itu hak mereka, seperti ketika anda bekerja di luar negeri, kalau pakai valas kan hak anda. Tapi kan yang diminta BI kan undang-undang Nomor 11 (UU mata uang), kalau kita ke luar negeri, semua tarif pakai mata uang domestik, seperti hotel dan lain-lain. Kenapa kita pakai USD?,” tukas Benny. (rzy)

Sumber :

http://economy.okezone.com/read/2015/06/11/457/1163768/kadin-setujui-pekerja-asing-digaji-rupiah