Indonesia-Italia Kerja Sama Bidang Pariwisata

Back to Home

Kamis, 12 November 2015 | 01:04 WIB

presiden-joko-widodo-kanan-bersama-presiden-republik-italia-sergio-_151110051229-707

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia membuka kesempatan seluas-luasnya pihak asing untuk menanamkan investasi, khususnya di bidang pariwisata.

“Kita sangat terbuka. Kita punya 10 destinasi unggulan yang harus diramaikan dengan investor baru. Selain tiga greater Bali-Jakarta-Batam, kita juga punya 25 area yang hendak dibangun sebagai kawasan strategis pariwisata dan kawasan ekonomi khusus pariwisata,” ujar Arief Yahya.

Hal tersebut dikatakan Arief terkait nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara Indonesia dan Italia saat kunjungan Presiden Italia Y.M. Sergio Mattarella beberapa waktu lalu.

Sepuluh destinasi tersebut asalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung di Baten, Pulau Seribu di DKI, Boborudur di Jawa Tengah, Bromo di Jawa Timur, Mandalika di Lombok, Morotai di Maluku Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Labuan Bajo Komodo di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Menpar, pekerjaan pariwisata tidak sekadar menambah volume dan frekuensi kunjungan wisatawan. Tetapi sekaligus memasarkan investasi bisnis berbasis pariwisata di tanah air.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, ada lima poin yang tertuang dalam MoU yang akan segera ditindaklanjuti di level teknis.

Pertama kerja sama di bidang pemasaran dan promosi pariwisata di forum pameran internasional kedua negara. Lalu peningkatan perjalanan kedua negara secara perseorangan atau group, kerjasama MICE (Meeting, Incentives, Conferences, Expo).

“Baik Italia maupun Indonesia sama-sama gencar dalam promosi dan pemasaran, jadi bisa dicari konektivitasnya,” kata dia.

Selanjutnya kerja sama pengembangan produk, riset, kajian, dan promosi bersama, baik destinasi konvensional ataupun tidak konvensional.

Menurut Menpar, Indonesia bisa belajar bagaimana Italia mengelola objek heritage mereka seperti sisa-sisa kejayaan zaman Romawi. Artefak tersebar di banyak kota, seperti Colosseum, Menara Pisa, Kota Air Venezia, berbagai arsitektural Roma, patung-patung peninggalan Michael Angelo, Pablo Picaso, dan lainnya.

Indonesia punya artefak Borobudur, sejarah Majapahit dan Sriwijaya, jejak-jejak Laksamana Cheng Ho, yang semuanya berada di pesisir Bahari.

“Memang semuanya belum tergarap optimal, belum efektif mendatangkan wisman. Tapi potensi sangat besar. PR (pekerjaan rumah,red)-nya adalah mengolah dan mempromosikan dengan baik,” jelas dia.

Kemudian adalah kerja sama informasi dan publikasi. Tidak ketinggalan pengembangan SDM serta saling mendukung kerja sama antar-industri pariwisata dari kedua negara.

“Nota kesepahaman akan menjadi payung bagi kedua kementerian pariwisata untuk menindaklanjuti ke level teknis,” kata dia.

Red : Hazliansyah

Sumber :

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/11/12/nxnwvj280-indonesiaitalia-kerja-sama-bidang-pariwisata