Pegiat antinarkoba Eropa kunjungi pascarehabilitasi di Tambling

Back to Home


20130816foto_dewantoLampung Barat (ANTARA News) – Sebanyak 12 pegiat antinarkoba Eropa dan keluarganya mengunjungi kegiatan pascarehabilitasi pecandu narkoba di Tambling Lampung Barat yang menggunakan metoda berbasis konservasi alam.

Para pegiat antinarkoba itu mendapat kesempatan mengunjungi pascarehabilitasi berbasis konservasi alam di Tambling setelah memenangkan undian dalam sidang Komisi Narkotika dan Obat-obatan (CND) Biro Obat-obatan dan Kriminal PBB (UNODC) ke 56 di Wina, Austria pada 14 Maret 2013.

Sekretaris Jenderal Europe Against Drugs Fay Watson mengatakan Tambling merupakan tempat yang sangat bagus untuk kegiatan pascarehabilitasi mantan pecandu narkoba.

“Tempat ini mengombinasikan konservasi alam dan lingkungan dengan rehabilitasi pecandu narkoba. Sangat menyenangkan berada di sini,” kata perempuan asal Irlandia itu di Tambling, Jumat.

Anggota Kelompok Ahli BNN Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan mengatakan pascarehabilitasi berbasis konservasi alam itu dimaksudkan agar para mantan pecandu narkoba itu menyadari sebagai manusia berbeda dengan binatang.

“Saat sedang sakaw, pecandu narkoba tidak berbeda dengan binatang. Apa pun mereka lakukan untuk mendapatkan narkoba. Menurut teori, kalau orang sudah senang dengan tanaman dan hewan, berarti dia sudah sembuh dari ketergantungan terhadap narkoba,” katanya.

Ahwil mengatakan pemulihan seseorang dari ketergantungan narkoba memiliki berbagai macam metode. Metode konservasi alam misalnya, juga sudah dilakukan di Inggris oleh Natural England yang diketuai Pangeran Charles.

Di Tambling, para residen -peserta pascarehabilitasi- menjalani berbagai kegiatan seperti pembibitan tanaman, perbengkelan, kelautan, peternakan dan rehabilitasi harimau.

Program pascarehabilitasi di Tambling iniĀ  diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Artha Graha Peduli yang mengelola Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).

Bos Artha Graha Network Tomy Winata mengatakan pihaknya masih memerlukan 200-an tenaga untuk menjadi konservator alam di TWNC. “Kalau memang ada mantan pecandu narkoba yang benar-benar sudah tidak memakai narkoba dan mau menjadi konservator alam, TWNC siap mempekerjakan dengan gaji dua kali UMR,” kata Tomy Winata.

Editor: Unggul Tri Ratomo

 

sumber : http://www.antaranews.com/berita/390889/pegiat-antinarkoba-eropa-kunjungi-pascarehabilitasi-di-tambling