DKI Ajak Dua Swasta Percepat Bangun “Giant Sea Wall”

Back to Home
Kamis, 12 Juni 2014 | 12:42

Email

DKI Ajak Dua Swasta Percepat Bangun “Giant Sea Wall”

Ilustrasi proyek dam raksasa (giant sea wall).
Ilustrasi proyek dam raksasa (giant sea wall). (sumber: Royalhaskoning)

Jakarta – Meski sempat meragu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall (GSW) melalui program National Capital Integrated Costal Development (NCICD).

Hal itu terbukti dengan ditawarkannya rencana pembangunan tahap B proyek tersebut kepada konsorsium swasta. Perusahaan metalurgi baja asal Tiongkok Fuhai Group dan perusahaan konstruksi dalam negeri PT Wiratman & Associates, dan Multidisiplinary Consultant berminat bergabung melakukan percepatan pembangunan NCICD.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Andi Baso Mappapoleonro mengatakan, proyek percepatan NCICD tahap B berupa pembangunan tanggul laut terluar yang terintegrasi dengan reklamasi lahan atau bagian seawall Garuda.

“Targetnya belum begitu jelas. Paling tidak 2024 sudah selesai. Mereka konsorsium, konsultan sekaligus pemilik uang, ingin bergabung dalam percepatan NCICD, terutama tahap B. Nanti bussines to bussines-nya diurus PT Jakarta Propertindo,” kata Andi di Balai Kota, Kamis (12/6).

Namun Andi belum bisa menentukan waktu pengerjaannya pembangunan tahapan B. “Kalau bisa sekarang mulai deal, tahun depan sudah bisa membangun. Karena kalau dia mau ikut reklamasi 17 pulau (tahapan A), satu tahun maksimum mereka harus membangun. Tahun besok paling lambat,” ujar Andi.

Tahapan B rencananya akan mulai dibangun bersamaan dengan koneksi jalan baru dari Bekasi ke Tangerang. Perencanaan akan mulai tahun 2014, dan diharapkan pembangunan selesai pada tahun 2022. Pengembangan daerah perumahan akan berlanjut hingga 2030-2040.

Giant sea wall rencananya dibangun di sepanjang Teluk Jakarta. Diperkirakan, dana pembangunannya akan mencapai nilai sebesar Rp 200 triliun. Proyek giant sea wall digagas mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang tujuannya adalah untuk mengantisipasi bahaya rob dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air bersih.

Untuk yang reklamasi 17 pulau saja membutuh waktu hingga 25 tahun.

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/megapolitan/189646-dki-ajak-dua-swasta-percepat-bangun-giant-sea-wall.html