Dampak Reklamasi Jakarta Telah Diantisipasi

Back to Home

PEMERINTAH Propinsi DKI Jakarta sudah mengantisipasi dampak reklamasi terhadap lingkungan. Hal itu diungkapkan pakar tata kota Institut Teknologi Bandung Hesti D Nawangsidi kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

“Pemerintah DKI sangat memahami, ada beberapa PLTU didaerah utara. Namun, PLTU Muara Karang merupakan yang terbesar. Di samping itu, PLN memiliki kabel bawah laut. Di dalam studi-studi dan kajian-kajian mengenai teknik dan perekayasaan reklamasi, hal itu sudah dipertimbangkan,” jelas Hesti.

Karena keberadaan pipa dan kabel bawah laut tersebut, ungkap Hesti, dalam perencanaan kembali itu, didesain bentuk-bentuk pulau yang seperti sekarang ini. “Yang bentuknya terpisah dan ada kanal dalam jarak tertentu, itu karena memperhatikan pipa dan kabel bawah laut,” jelas Hesti.

Melalui studi amdal dan kajian teknis lain, menurut Hesti, pemerintah daerah juga mencari solusi supaya reklamasi tidak mengganggu yang lain. Objek vital di utara menjadi salah satu pertimbangan dalam merencanakan bentuk pulau dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan. “Itu semua dituliskan dalam izin prinsip dari gubernur, apa yang harus diperhatikan untuk setiap pulau karena tiap pulau berbeda. Jadi DKI sangat memperhatikan hal itu,” jelas Hesti.

Dampak reklamasi lainnya juga telah di antisipasi, baik secara teknis maupun secara fisik terkait dengan hidro-oseanografi, hidrodinamika dan secara sosial ekonomi. (Ars/J-3)

Sumber : Bisnis Indonesia | Senin, 6 April 2015 | hal.7B