60 Persen Profit Artha Graha untuk Melayani Masyarakat

Back to Home
Tomy Winata, chairman Artha Graha Peduli, saat berbicara pada Malam Apresiasi Artha Graha Peduli.
Tomy Winata, chairman Artha Graha Peduli, saat berbicara pada Malam Apresiasi Artha Graha Peduli. (sumber: Investor Daily/Primus Dorimulu)

Jakarta – Artha Graha Group terus berkembang menjadi sebuah kelompok bisnis besar dengan anak-anak usaha di berbagai bidang. Meski demikian, kelompok bisnis ini tak hanya mengejar profit. Grup Artha Graha melalui Artha Graha Peduli (AGP) terus menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat luas terutama masyarakat tak mampu. ‘

Bahkan, Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata menyatakan, 60 persen dari pendapatan Grup Artha Graha harus dapat ditransformasikan menjadi pelayanan publik bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu.

“Cita-cita saya bahwa penghasilan Artha Graha menjadi bagian dari social activity kita untuk kepentingan Indonesia. Sekarang sedang jalan terus dan menuju ke sana (60 persen untuk pelayanan publik),” kata Tomy usai menghadiri Malam Apresiasi Artha Graha Peduli, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/12).

Tomy menjelaskan pelayanan publik yang dimaksud adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan terus menerus. Setiap profit yang dihasilkan Artha Graha diupayakan untuk tidak dibagi, tetapi diinvestasikan kembali untuk memberikan kesejahteraan sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berusaha menjangkau bidang kesehatan, bencana alam, pendidikan, konservasi lingkungan, serta orang-orang yang kebetulan kurang beruntung. Dimana kita bisa menyentuh akan kita sentuh, tapi kitaa bukan superman, kita bekerja sebatas kemampuan yang kita miliki,” paparnya.

Tomy berharap, Artha Graha dapat semakin berkembang, sehingga dapat lebih banyak berbuat untuk masyarakat Indonesia. Tomy mengaku kepeduliannya ini tanpa dilatari tujuan terselubung. AGP, katanya, didirikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dikatakan, dirinya hanya ingin menjadi bagian yang dapat mempererat bangsa dan tanah air.

“Kami hanya terpanggil. Kami anak Indonesia terpanggil untuk berbuat terhadap sesama di Indonesia. Kami tak punya tujuan politik. Saya bukan pejabat politik, dan tidak tertarik menjadi pejabat atau apapun,” jelasnya.

Selain dihadiri oleh para pemimpin media termasuk Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Primus Dorimulu, acara Malam Apresiasi Artha Graha Peduli ini juga dihadirioleh seluruh jajaran staf, direksi dan komisaris Artha Graha Network.

Penulis: F-5/FMB

 

sumber : http://www.beritasatu.com/ekonomi/158134-60-persen-profit-artha-graha-untuk-melayani-masyarakat.html