2016, secara Konservatif Properti Tumbuh 12%

Back to Home

Investor Daily | Rabu, 20 Januari 2016 | Hal. 23

Oleh Edo Rusyanto

► JAKARTA – Real Estat Indonesia (REI) optimistis industri properti pada 2016 tumbuh berkisar 10-12%. Optimisme REI didasari atas indikator makro yang positif serta komitmen pemerintah dalam membenahi kebijakan sehingga dapat mendukung pertumbuhan industri tersebut.

“Secara umum penjualan properti nasional di tahun 2016 bisa tumbuh pada kisaran 10-12%. Angka pertumbuhan tersebut memang konservatif karena berdasarkan kondisi riil sekarang,” papar Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy, di Jakarta, Senin (18/1).

Namun, tambahnya, jika seluruh kebijakan pemerintah bisa berjalan efektif, pihaknya yakin angka pertumbuhan bisa lebih besar lagi.

“REI selaku pelaku di lapangan siap membantu dan memberi masukan kepada pemerintah jika dibutuhkan agar aturan-aturan tersebut betul-betul efektif berjalan di lapangan. Karena kalau tidak bisa dijalankan, aturan tersebut percuma saja,” tambah Eddy.

Analis properti, Torushon Simanungkalit, pernah mengatakan, pasar properti Indonesia masih prospektif berkat permintaan yang tinggi untuk bangunan perumahan. Namun, perlambatan yang terjadi saat ini di pasar properti merupakan siklus yang harus ditempuh menjelang titik balik pada 2016.

Dia memperkirakan, kapitalisasi pasar properti melonjak sekitar 34% pada 2016 menjadi sekitar Rp 277 triliun. Tren peningkatan kapitalisasi akan terus bergulir hingga 2018.

“Ada sejumlah faktor pendorong sepanjang 2016- 2018, salah satunya pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat pada 2016,” jelasnya.

Faktor pendorong lainnya adalah semakin besarnya Investasi asing yang masuk (capital inflow). Lalu, meningkatnya investasi dalam negeri dalam empat tahun terakhir. Selain itu, pesatnya pengembangan Infrastruktur mulai tahun 2014 hingga lima tahun Ke depan. “Terutama pengembangan sejumlah tol, bandara, pelabuhan laut dan jaringan perhubungan lainnya,” kata dia.

Persepsi Pemda

Sementara itu, Eddy Hussy menegaskan, pihaknya terus mendukung program Sejuta Rumah pemerintah agar dapat terwujud secara efektif pada 2016. Terkait pemerintah daerah (pemda), REI mengaku akan turun ke daerah-daerah untuk membangun persepsi yang sama.

“Kami optimistis program Sejuta Rumah ini dapat berjalan lebih efektif tahun 2016. Banyak sekali perubahan dan perbaikan yang dilakukan pemerintah. Kami akan terus mengawal di lapangan agar semua perubahan dan perbaikan ini berjalan secara efektif secara operasional,” tegas Eddy dia.

Pada 2016, REI akan membantu kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun ke daerah-daerah untuk memastikan seluruh pemerintah daerah mempunyai pengertian dan prioritas yang sama mengenai program Sejuta Rumah.

“Seluruh tim REI dari bidang Rumah Sederhana Tapak (RST) akan ikut terjun mengawal ke lapangan bersama kementerian PUPR” jelas Eddy.

Terkait dengan pemda dan instansi terkait, kata Eddy, pihaknya mengusulkan agar adanya ada pemahaman yang sama mengenai konsep dan prioritas program Sejuta Rumah. Dengan pemahaman dan prioritas yang sama, pemda akan bisa memberikan insentif dalam kemudahan proses dan biaya perijinan.

Lalu, ujarnya, perlu dilakukan zonasi khusus untuk program Sejuta Rumah yaitu wilayah- wilayah yang dikhususkan untuk rumah murah bersubsidi terencana secara keseluruhan. Dengan zonasi ini, maka NJOP akan terjaga dan rumah MBR akan tetap terjangkau dan tidak semakin jauh dari pusat perkotaan.

“Perlu juga dilakukan pembangunan infrastruktur terpadu untuk wilayah program Sejuta Rumah,” katanya.

Selain itu, kata Eddy, perlu dilakukan terobosan untuk penyediaan sarana dan utilitas terpadu dengan instansi terkait, salah satunya yang terpenting adalah terjaminnya penyediaan listrik.

Target Rumah

Eddy menjelaskan, pihaknya membangun 164 ribu rumah dalam tujuh bulan 2015. REI mengaku pencapaian program Sejuta Rumah REI sebesar 164.360 unit tersebut merupakan pencapaian yang cukup baik.

“Hal itu mengingat bahwa program Sejuta Rumah baru dicanangkan pada April 2015. Ini progres yang sangat baik. Karena kami efektif tujuh bulan bisa mencapai 160 ribu rumah,” ujar Eddy.

Sementara itu, lanjutnya, untuk 2016, REI menargetkan komitmen sebanyak 240 ribu unit untuk program Sejuta Rumah. “Ini adalah komitmen target yang realistis. Kami akan melakukan evaluasi terus menerus untuk melihat perkem-bangan yang terjadi,” jelas Eddy.

Dia mengatakan, pihaknya terus mendukung program Sejuta Rumah pemerintah agar dapat terwujud secara efektif pada 2016. REI optimistis program Sejuta Rumah dapat berjalan lebih efektif pada 2016.

“Banyak sekali perubahan dan perbaikan yang dilakukan pemerintah. Kami akan terus mengawal di lapangan agar semua perubahan dan perbaikan ini berjalan secara efektif secara operasional,” tegas Eddy.